Bundaran HI
Patung itu hanya bayangan
yang mengaburkan semuanya Angin dingin, air mancur
dan ibu penjual rokok itu Sama-sama tidak tahu
akan sampai di manakah
malam ini dan besok Tapi setidaknya,
kau tidur lelah di sana
Membayangkan keindahan
yang tak menjadi milik kita Kecuali sementara waktu
Saat kita bersepakat melupakan
hujan angin bulan Desember. "Semuanya akan berakhir, bukan?" Entah di ranjang, entah di pelukan
Takdir yang humoris, nasib yang sinis Malam lewat, metromini yang lelah
sudah selesai sampai di kamar Aku membayangkan ciuman panjang
dan birahi yang kekar membakar dari tubuhmu
Powered by Telkomsel BlackBerry®
yang mengaburkan semuanya Angin dingin, air mancur
dan ibu penjual rokok itu Sama-sama tidak tahu
akan sampai di manakah
malam ini dan besok Tapi setidaknya,
kau tidur lelah di sana
Membayangkan keindahan
yang tak menjadi milik kita Kecuali sementara waktu
Saat kita bersepakat melupakan
hujan angin bulan Desember. "Semuanya akan berakhir, bukan?" Entah di ranjang, entah di pelukan
Takdir yang humoris, nasib yang sinis Malam lewat, metromini yang lelah
sudah selesai sampai di kamar Aku membayangkan ciuman panjang
dan birahi yang kekar membakar dari tubuhmu
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Posted on Friday, Jul 29, 2011
