Bundaran HI

Patung itu hanya bayangan
yang mengaburkan semuanya

Angin dingin, air mancur
dan ibu penjual rokok itu

Sama-sama tidak tahu
akan sampai di manakah
malam ini dan besok

Tapi setidaknya,
kau tidur lelah di sana
Membayangkan keindahan
yang tak menjadi milik kita

Kecuali sementara waktu
Saat kita bersepakat melupakan
hujan angin bulan Desember.

"Semuanya akan berakhir, bukan?"

Entah di ranjang, entah di pelukan
Takdir yang humoris, nasib yang sinis

Malam lewat, metromini yang lelah
sudah selesai sampai di kamar

Aku membayangkan ciuman panjang
dan birahi yang kekar membakar dari tubuhmu


Powered by Telkomsel BlackBerry®